Apakah Anda mengalami kejadian seperti ini? Merasa belum berkecukupan, padahal sudah bekerja sekian tahun, apalagi jika pasangan Anda juga bekerja. Kalau jawabannya iya, berarti ada yang salah dalam mengatur keuangan keluarga.
Berhemat adalah salah satu jalan yang harus ditempuh. Selain itu, hal yang paling penting, pangkas kebutuhan sekunder yang tidak terlalu penting sehingga kebutuhan primer tercukupi dengan layak. Dalam mengatur keuangan keluarga, setidaknya ada tiga hal berikut ini yang harus dilakukan.
- Tetapkan sebuah sistem. Maksudnya, Anda sebaiknya menentukan seberapa besar dana untuk barang habis (rekening telepon, listrik, air, BBM dan sembako), barang konsumtif (elektronik, cicilan rumah, sepatu dan baju), serta seberapa besar untuk harta produktif (tabungan, asuransi, reksa dana, dan deposito). Usahakan setiap bulan menyisihkan beberapa persen dari gaji untuk dijadikan harta produktif.
- Kuasai lima hal dalam sistem Anda. Menurut pakar perencana keuangan Safir Senduk, dalam sistem atau cara memanage keuangan orang kaya, ada lima unsur penting yang membuat sistem itu bisa berjalan yaitu ada penghasilan yang selalu masuk, ada banyak pengeluaran yang bisa terbayar setiap bulannya, ada simpanan uang tunai, ada yang rutin masuk ke pos-pos investasi, serta ada proteksi yang melindungi.
- Hati-hati terhadap utang. Selain bisa menjadi kawan, utang ada kalanya bisa menjadi lawan. Oleh karena itu, Anda harus tahu bagaimana mengatasinya. Paling tidak, Anda harus tahu kapan boleh berutang dan kapan tidak.

